RESUME JURNAL DAN ARTIKEL E COMMERCE

Perkembangan dunia internet telah mampu merambah hingga dunia bisnis. Saat ini Saat ini dunia perdagangngan tidak lagi dibatasi dengan ruang dan waktu. Mobilitas manusia yang tinggi menuntut dunia perdagangngan mampu menyediakan layanan jasa dan barang dengan instan sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk mengatasi masalah tersebut maka kini muncul transaksi yang menggunakan media Internet untuk menghubungkan antara produsen dan konsumen. Transaksi melalui Internet ini lebih dikenal dengan nama E-Commerece dan E-Business. Internet marketing atau E-commerce sebenarnya sama saja dengan marketing pada umumnya. Yang membedakan adalah kita menggunakan internet untuk memasarkan produk. Misalnya, kita menjual produk dengan memakai website sebagai “toko” online kita. Kita bisa juga memasarkan lewat mailing list dan forum-forum di internet. Internet punya kelebihan terutama di segi modal awal dan biaya operasional yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan cara konvensional. Kelemahannya, orang lebih berhati-hati untuk membeli karena mereka hanya bisa melihat tampilan produk tanpa bisa “merasakannya” (mengetahui fisik aslinya). E-Business sendiri merupakan kegiatan bernisnis di Internet yang tidak saja pembelian, penjualan dan jasa, tapi juga pelayanan pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis (bail individual maupun instansi). Jadi dapat disimpulkan bahwa “e-commerce is a part of e-business”, karena kegiatan dari perdagangan merupkan bagian dari kegiatan bisnis.
E-commerce dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori utama: B2B, B2C, C2B, dan C2C. Dalam B2B (Business-to-Business), perusahaan-perusahaan melakukan bisnis dengan satu sama lain seperti produsen dan distributor menjual ke grosir menjual ke pengecer. Harga didasarkan pada cakupan dan mengurutkan seringkali fleksibel. Menurut sebuah report dari E&Y Consulting, perkembangan kedua jenis eCommerceini dapat dilihat pada tabel berikut. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa perkembangan Business to Business lebih pesat daripada Business to Consumer. Itulah sebabnya banyak orang mulai bergerak di bidang Business-to-business.
Jenis Transaksi 1997 2000
Business to Business $7 billion $327 billion
Business to Consumer $5 billion $70 billion
Dalam B2C (retail) pada saat ini menggunakan bermacam-macam pendekatan seperti misalnya dengan menggunakan “electronic shopping mall” atau menggunakan konsep “portal”. Yang ketiga adalah jenis C2B (Konsumen-ke-Bisnis), dimana perusahaan melakukan riset pasar dengan menetapkan anggaran online serta menganalisis konsumen dan persyaratan tawaran tentang transaksi tertentu. Aspek lain dari e-commerce adalah C2C (Consumer-to-Consumer). Untuk ini, ada banyak situs yang menawarkan free classifieds, pelelangan, dan forum di mana individu dapat memperoleh dan menjual berkat sistem pembayaran online. Misalnya dari penjualan layanan eBay adalah grand contoh di mana orang-ke-orang transaksi sehari-hari berlangsung sejak 1995. Beberapa jenis e-commerce termasuk B2E (Business-to-Employee) e-commerce, G2G (Government-to-Government), G2E (Government-to-Employee), G2B (Government-to-Business), B2G (Bisnis -ke-Pemerintah), G2C (Government-to-Citizen), C2G (Citizen-to-Government) dll.
Di Indonesia, sistem Ecom ini kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih menyangsikan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Com yang sebenarnya. Bagi pihak konsumen, menggunakan E-Com dapat membuat waktu berbelanja menjadi singkat. Tidak ada lagi berlama-lama mengelilingi pusat pertokoan untuk mencari barang yang diinginkan. Selain itu, harga barang-barang yang dijual melalui E-Com biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga di toko, karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual lebih singkat dibandingkan dengan toko konvensional. Online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan cara belanja yang konvensional. Selain bisa menjadi lebih cepat, di internet telah tersedia hampir semua macam barang yang biasanya dijual secara lengkap. Selain itu, biasanya informasi tentang barang jualan tersedia secara lengkap, sehingga walaupun kita tidak membeli secara on-line, kita bisa mendapatkan banyak informasi penting yang diperlukan untuk memilih suatu produk yang akan dibeli.
Dalam pembuatan ‘toko’ di internet (atau biasa disebut dengan istilah cybershop), diperlukan software-software tertentu untuk mengatur inventarisasi barang dan proses transaksi jual beli barang. Di pasaran, sudah terdapat software-software khusus untuk membuat sistem E-Com, seperti Intershop Online keluaran Intershop Communications, Merchant Server keluaran Microsoft Corp, dan Electronic Commerce Suite keluaran iCat. Software-software itu khusus dijual kepada pihak-pihak yang berniat membangun cybershop, dan dijual dengan harga ribuan dollar. Pada umumnya software-software untuk pembuatan E-Commerce ini menggunakan database untuk penyusunan katalog. Database yang digunakan biasanya adalah DB2, Oracle, atau SQL. Anda juga bisa menggunakan SentralShop, sebuah web ecommerce dan Toko Online yang dikembangkan oleh Cipta Pratama Informatika, yang sangat cocok digunakan untuk masyarakat Indonesia, karena disertai dengan biaya Ekspedisi/Jasa Pengiriman Barang. Contoh Ecommerce/Toko Online ini bisa kita lihat di http://www.sentralweb.com/demo/.
Dari rangkuman di atas, kita dapat mengetahui bahwa perkembangan internet telah mempengaruhi perjalanan perkembangan perdagangan. Media intrenet telah melahirkan perdagangan baru yang disebut dengan Internet Marketing (IM) atau Electronic-commerce (E-commerce). E-commerce sendiri merupakan bagian dari E-business. E-commerce juga memiliki macam atau jenis yang berragam, diantaranya adalah B2B, B2C, C2B, C2C, G2G, G2E, B2E, B2G, G2C, C2G, dan G2B. Selain itu dengan berkembangnya dunia internet terutama E-com menghasilkan perusahaan-perusahaan baru maupun lama yang berinovasi dan bersaing menciptakan software-software E-com yang lebih baik. Penyediaan software-software ini bertujuan untuk mempermudah pembuatan website sebagai sarana E-com. Adanya E-com telah memberikan dampak semakin berkurangnya kapasitas atau jaringan distribusi dari perdagangan yang dilakukan bila dibandingkan dengan cara biasa.
Referensi:
http://www.earticlesonline.com/id/Article/E-stands-for-E-commerce/558615
http://www.dexton.adexindo.com/artikel-arti-im
http://mayahijau.multiply.com/journal/item/1/Jurnal_E-Commerce
http://perlawanan-hati.blogspot.com/2008/07/ecommerce.html
http://www.gnet.web.id/2009/01/internet-peluang-bisnis-yang-luar-biasa.html
E-COMMERCE ( implementasi, infrastruktur, electronic payment system, security), Author: Deris Setiawan. Tahun:2002.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.